Konsep Dasar Sebuah Sistem

 

Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya dan sistem yang lebih menekankan pada komponen atau elemen-elemennya.

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur didefinisikan bahwa sistem yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sedangkan pendekatan sistem lebih menekankan pada komponen atau elemen-elemennya mendefinisikan bahwa sistem adalah suatu kumpulan dari komponen atau elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Lebih lanjut pengertian tentang sistem pertama kali dapat diperoleh dari pengertian dan definisinya. Dengan demikian definisi ini akan mempunyai peranan yang sangat penting dalam melakukan pendekatan terhadap sistem yang akan dianalisa. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari komponen atau elemen-elemen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas dibandingkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya. Definisi ini lebih banyak diterima karena pada kenyataannya suatu sistem memang terdiri dari subsistem-subsistem. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada komponen akan lebih mudah dipelajari untuk analisa dan rancangan sistem.

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen – komponen, batasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolahan dan sarasan atau tujuan. Untuk lebih jelasnya mengenai karakteristik atau sifat-sifat suatu sistem adalah sebagai berikut :

  1. Komponen Sistem (Component)

Sistem harus terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem dapat berupa sub-sub sistem atau bagian-bagian sistem. Setiap subsistem mempunyai karakteristik dari sistem yang menjalankan suatu sistem tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan

  1. Batasan Sistem (Boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan, batasan sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) sistem itu sendiri.

  1. Lingkungan Luar Sistem (Environtments)

Lingkungan luar sistem yaitu apapun diluar batas sistem yang dapat mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga merugikan. Lingkungan luar sistem yang menguntungkan merupakan energi dari sistem tersebut, dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar sistem yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan.

  1. Penghubung (Interface)

Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari subsistem yang satu ke subsistem yang lainnya.

  1. Masukan Sistem (Input)

Masukan sistem yaitu energi yang dimasukan ke dalam sistem, masukan sistem dapat berupa masukan perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Masukan perawatan yaitu energi yang dimasukan agar sistem dapat beroperasi. Masukan sinyal yaitu energi yang dimasukan kedalam sistem untuk diproses supaya didapatkan keluaran yang diinginkan.

  1. Keluaran Sistem (Output)

Keluaran sistem yaitu hasil dari energi yang diolah dan di klasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran sistem yang satu dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau untuk supra sistem.

  1. Pengolah Sistem (Processing)

Pengolah sistem yaitu suatu bagian pengolah sistem itu sendiri sebagai pengolahnya, pengolah sistem akan merubah masukan (input) menjadi keluaran (output).

  1. Tujuan atau sasaran (goals)

Suatu sistem harus memiliki sasaran (objectives) atau tujuan (goal). Sasaran atau tujuan sistem dikatakan berhasil jika mengenai sasaran atau tujuanya.

 

Kriteria sistem yang baik antara lain:

  1. Kegunaan

Sistem harus menghasilkan informasi yang tepat pada waktunya, relevan yang berarti sistem tersebut mempunyai manfaat bagi pemakainya.

  1. Ekonomis

Dalam merancang atau membangun sebuah sistem sebisa mungkin hemat pada biaya perancangan, perawatan maupun operasional sistem tersebut.

  1. Keandalan

Keluaran (output) sistem harus memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif dan efisien.

  1. Kapasitas

Sistem harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk menangani periode-periode operasi puncak seperti pada saat sistem beroperasi pada puncak.

  1. Fleksibilitas

Sistem harus cukup fleksibilitas untuk menampung perubahan yang akan muncul sewaktu-waktu.