Inter Integrated Circuit (IIC)

 

Perkembangan IIC

Ketika Philips semikonduktor menemukan protokol komunikasi IIC (Inter Integrated Circuit) pada tahun 1992, sejak itu juga Philips memimpin dunia dalam bidang jalur komunikasi. Dalam perkembanganya, protokol komunikasi IIC diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti pada HP (handphone), sistem radio, dan televisi. Tetapi dalam banyak kasus, tujuan umum dari protokol komunikasi IIC dapat digunakan dalam banyak aplikasi berbeda karena konstruksinya yang sederhana. Keunggulan dari interface protokol komunikasi IIC, adalah kemampuanya menggunakan jalur data yang sama untuk lebih dari satu komponen “IC” yang hanya dengan membedakan alamatnya.

Pada mulanya kecepatan transfer protokol komunikasi IIC adalah 400 Kb/s dalam mode standar, tetapi dengan perkembangannya kecepatan transfer IIC mencapai 3,4 Mb/s dalam high speed mode. Bahkan dewasa ini IIC dikembangkan untuk desain GPRS ( General Packet Radio Service ), yang merupakan pengembangan dari GSM ( Global Service Mobile).

 

Konsep Komunikasi IIC

Protokol komunikasi IIC mempunyai sistem yang memungkinkan lebih dari satu master untuk melakukan inisiatif transfer data dalam waktu yang bersamaan, tanpa harus terjadi korupsi data. Fitur utama yang disediakan oleh protokol komunikasi IIC adalah:

  1. Hanya melibatkan dua kabel yaitu serial data line (SDA) dan serial clock line (SCL).
  2. Kecepatan transfer data mencapai 400 Kbit/s pada mode standar dan 3,4 Mbit/s pada mode kecepatan tinggi (high speed mode).
  3. Jumlah IC yang dapat dihubungkan pada IIC bus hanya dibatasi oleh beban kapasitansi pada bus yaitu maksimum 400pF.
  4. Setiap IC yang terhubung dalam IIC memiliki alamat yang unik yang dapat diakses secara software dengan master atau slave protokol yang sederhana.

 

Adapun terminologi yang tersedia pada protokol komunikasi IIC adalah sebagai berikut:

  1. Transmitter yaitu device yang bertugas untuk mengirim data ke bus.
  2. Receiver yaitu device yang menerima data dari bus.
  3. Master yaitu device yang memiliki inisiatif (memulai dan mengakhiri) transfer data dan yang membangkitkan sinyal clock.
  4. Slave yaitu device yang dialamati (diakses berdasarkan alamatnya) oleh master.
  5. Multi-master yaitu sistem yang memungkinkan lebih dari satu master melakukan inisiatif transfer data dalam waktu yang bersamaan tanpa terjadi korupsi data.
  6. Arbitration yaitu prosedur yang memastikan bahwa jika ada lebih dari satu master melakukan inisiatif transfer data secara bersamaan, maka hanya akan ada satu master yang diperbolehkan dengan tanpa merusak data yang sedang ditransfer.
  7. Synchronization yaitu prosedur untuk menyelaraskan sinyal clock dari dua atau lebih device.

Proses pengiriman data pada protokol komunikasi IIC yaitu master-transmiter menulis data ke slave-receiver yang teralamati. Gambaran dari proses pengiriman data pada protokol komunikasi IIC ini dapat dilihat pada dibawah.

 Gambar a.

Proses Pengiriman Data pada Protokol Komunikasi IIC

 

Proses penerimaan data pada protokol komunikasi IIC, berbeda dengan proses pada saat pengiriman data. Proses penerimaan data pada protokol komunikasi IIC yaitu master-receiver membaca data dari slave-transmiter yang teralamati. Gambaran dari proses penerimaan data pada protokol komunikasi IIC dapat dilihat pada berikut.

Gambar b

Proses Penerimaan Data pada Protokol Komunikasi IIC