Menjadikan Lingkungan Lestari Surga Dunia Kita

 

Negara Indonesia disebut sebagai negara kepulauan karena luasnya dan banyaknya pulau dibandingkan dengan laut yang berada di wilayah nusantara. Indonesia adalah negara yang sangat subur dan kaya akan kekayaan alamnya. Kekayaan alam negara Indonesia meliputi sumber daya alam yang melimpah misalnya barang tambang seperti minyak bumi, nikel, besi, emas, alumunium, perak, gas alam dan masih lain-lain. Selain barang tambang tanah di Indonesia juga menghasilkan bermacam-macam tumbuhan yang diperlukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari misalnya kayu, padi, sayur-sayuran buah-buahan, rempah-rempah dan masih banyak lagi. Selain barang tambang dan tanah yang subur negara Indonesia juga memiliki lautan luas yang di dalamnya terdapat bermacam-macam hasil laut yang tak terhingga. Semuanya itu diciptakan oleh Tuhan untuk manusia agar manusia bersyukur dan memanfaatkan alam dengan sebaik mungkin untuk kesejahteraan manusia tetapi di samping itu manusia juga harus memperhatikan dalam menjaga lingkungan alam dan kelestarianya.

 

 

Bencana alam mudah terjadi akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab karena manusia mengambil sesuatu dari alam yang dipakai secara terus-menerus tetapi tidak ada keseimbangan antara pemakaian dengan penanggulangan. Jadi kelestarian alam dan keseimbangan lingkungan akan rusak maka menyebabkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, kekeringan dan lain-lain. Apabila semua masalah itu berlarut-larut dan tidak ada pencegahan secara efisien dari masyarakat dan dari pemerintah maka akan menyebabkan kefatalan yang tidak diinginkan.

Negara Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya yaitu berupa  sumber daya alam. Selain sumber daya alam, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia. Sumber daya manusia inilah yang mempunyai peranan penting untuk menjadikan lingkungan lestari, mengolah bumi untuk anak cucu nanti. Lingkungan alam harus dijaga kelestarianya agar tidak punah oleh tangan manusia yang ingin mengeksplorasi lingkungan secara besar-besaran yang digunakan untuk kepentingan diri-sendiri. Ada banyak faktor yang menyebabkan lingkungan ini menjadi rusak, kering dan tidak subur. Faktor-faktor yang menjadikan lingkungan alam ini rusak misalnya ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab, teknologi semakin canggih, pemerintah dan aparat keamanan yang tidak tegas dalam menanggulangi kerusakan lingkungan, adanya peraturan perundang-undangan yang tidak dijalankan semaksimal mungkin dan masyarakat sekitar yang tidak peduli akan kerusakan lingkungan alamnya. Faktor-faktor itulah yang  menyebabkan terjadinya lingkungan semakin rusak karena tidak ada keseimbangan antara pemakaian dengan penanggulangan.

Dewasa ini perkembangan teknologi yang semakin canggih dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas maka manusia menginginkan suatu hal yang lebih tanpa memikirkan akibat dari perbuatan yang ditimbulkanya. Sudah cukup lama kekayaan alam dengan keberadaan flora dan fauna tidak diperdayakan secara berkelanjutan. Kenyataan yang terlihat adalah tindakan eksploitasi yang berlebihan dengan tidak memperdulikan kelestarian alam. Akibat-akibat yang ditimbulkan dari tindakan ekslpoitasi yang berlebihan yaitu saat musim kemarau datang tanah seakan enggan ditanami yang menjadikan ratusan ribu perut kelaparan dan tidak sedikit yang berujung dengan kematian. Tatkala musim hujan tiba, banjir pun datang menghancurkan semua yang dilaluinya karena tidak adanya penanggulangan sejak dini.

Lingkungan merupakan kebutuhan hidup yang paling penting dan paling utama bagi semua mahluk ciptaan Tuhan yang ada di dunia ini. Manusia harus bersyukur dan tetap menjaga kelestarian lingkunganya karena dengan adanya lingkungan lestari maka tubuh pun ikut sehat jiwa maupun raganya. Dengan adanya tubuh yang sehat maka taraf hidupun semakin membaik. Jika taraf hidup semakin membaik maka akan terciptanya kemakmuran, kenyamanan dan keselarasan hidup. Semuanya itu adalah manfaat dari lingkungan lestari. Ciri-ciri lingkungan lestari yaitu lingkungan terjaga keasrianya, terbebas dari bermacam-macam polusi, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak dan menjadikan setiap orang yang berada di dalamnya  merasa nyaman. Sebaliknya lingkungan yang tidak lestari adalah lingkungan yang rusak, tandus, banyak terjadinya bermacam-macam polusi, berbau tidak sedap dipandang maupun dirasa dan tidak memiliki manfaat bagi mahluk yang ada di dalam maupun sekitarnya. Apabila itu berada di dalam lingkungan tempat tinggal kita dan polusi itu berinteraksi dengan kita setiap saat secara terus-menerus maka semakin lama semakin menumpuk di dalam diri kita maka yang terjadi adalah timbulnya bermacam-macam penyakit.

 

 

Lingkungan dapat dijadikan lestari apabila adanya kesadaran yang tinggi dari pemerintah dan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ikut betanggung jawab dalam mewujudkan kelestarian lingkungan dari berbagai macam ancaman yang dapat merusak lingkungan. Cara menanggulangi demi terwujudnya lingkungan lestari yaitu dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Lingkungan harus tetap terjaga keasriannya. Seharusnya masyarakat lebih peduli tentang keasrian lingkunganya. Kita tidak perlu jauh-jauh memikirkan bagaimana cara mewujudkan keasrian lingkungan. Keasrian dapat dimulai dari yang terkecil yaitu dimulai dari kesadaran diri-sendiri apabila dari dalam diri sendiri sudah ada kesadaran maka akan sangat mudah untuk mewujudkan lingkungan yang asri. Lingkungan asri yaitu lingkungan yang tetap terjaga keindahannya dan kita akan merasa nyaman, senang apabila berada di dalamnya.
  • Kita harus berjaga-jaga dan waspada musim hujan tiba. Kata pepatah mengatakan sedia payung sebelum hujan yang dimaksud sedia payung sebelum hujan adalah kita harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum masalah dan bencana itu datang. Ada juga kata pepatah mengatakan lebih baik mencegah dari pada mengobati yang dimaksud mencegah dari pada mengobati adalah lebih baik kita menjaga diri dari pada membiarkan masalah itu berlarut-larut dan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan misalnya banjir dan kekeringan. Banjir adalah masalah yang sangat sederhana dan tidak akan membawa akibat jika diatasi mulai dari yang terkecil. Penyebab banjir jika tidak diatasi mulai dari yang terkecil maka akan membawa akibat besar yang ditimbulkan di dalamnya. Kenyataanya sering kita lihat dan sering kita rasakan tetapi tidak ada pencegahan secara khusus dari pemerintah dalam menangani masalah ini bahkan pemerintah seakan-akan menutup sebelah mata. Pemerintah harus lebih peduli dan peka terhadap keadaan disekitar. Pemerintah seharusnya membuat undang-undang yang sangat tegas tentang membuang sampah sembarang tempat termasuk di sungai Setelah ada UU tentang larangan membuang sampah disebarang tempat dan dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat maka tidat terjadi banjir dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. Peraturan ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan setegas-tegasnya oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk aparat pemerintahan. Aparat negara adalah sebagai penegak hukum maka aparat tidak boleh membeda-bedakan hukum antara pejabat negara dengan rakyat karena apabila kesalahan yang kecil saja tidak bisa diperbaiki terlebih lagi dengan masalah yang besar. Kita tidak akan mampu mengatasai masalah yang besar kalau masalah yang kecil  tidak bisa terselesaikan. Jika masalah ini tidak ditangani lalu dibiarkan sacara berlarut-larut dan terus menerus maka akan menyebabkan kefatalan bagi kelangsungan hidup semua mahluk yang ada di dalamnya. Bentuk kefatalan itu misalnya banjir yang menenggelamkan apa yang ada di sekitarnya termasuk kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan ada juga yang harus kehilangan keluarganya itu yang menyebabkan manusia mengalami kerugian besar bahkan flora dan fauna yang ada di sekelilingnya ikut musnah. Untuk mencegah kefatalan itu dapat dilakukan dengan cara dari yang paling kecil yaitu membuang sampah pada tempatnya, tidak membuat rumah di bantaran sungai, mengadakan kerja bakti membersihkan sungai seminggu sekali di lingkungan sekitar agar sungai tidak berbau dan sedap dipandang, selalu membersihkan selokan-selokan agar selokan tidak tersumbat oleh sampah dan air dapat mengalir sebagaimana harusnya. Jika cara yang paling kecil ini sudah dapat dilakukan secara serempak oleh seluruh lapisan masyarakat maka akan mencegah terjadinya banjir.
  • Pemerintah harus menggalangkan penghijauan dan penanaman hutan kembali (reboisasi). Penghijauan tidak hanya dilakukan di sepanjang jalan atau di dalam hutan saja tetapi juga harus dilakukan di sekitar tempat tinggal kita atau lingkungan di sekitar kita. Dengan adanya penghijauan maka akan mengurangi dan mencegah timbulnya bencana alam yang tidak terduga-duga seperti tanah longsor, kebakaran hutan dan kekeringan. Tanah longsor, kebakaran hutan dan kekeringan dapat menimbulkan akibat yang fatal bagi lingkungan dan semua mahluk hidup yang berada di sekitarnya. Minimnya penghijauan di dataran tinggi dapat mengakibatkan tanah longsor. Tumbuhan di dataran tinggi merupakan penyangga bagi tanah agar tidak longsor. Jadi masyarakat sekitar harus diwajibkan untuk menanami dan menjaga tumbuhan di sekitar tempat tinggalnya. Selain tanah longsor kekeringan juga dapat menimbulkan bencana bagi mahluk hidup yang berada di sekitarnya karena setiap mahluk hidup membutuhkan air. Air merupakan kebutuhan hidup yang utama bagi manusia, tumbuhan dan hewan tanpa adanya air maka tidak akan terjadi kehidupan. Tanah yang mengering merupakan salah satu penyebab rusaknya kelestarian lingkungan yang ditimbulkan karena kekurangan air. Sebenarnya Indonesia adalah negara yang subur tanahnya bisa terjadi kekeringan karena itu adalah kelalaian dari manusianya sendiri. Sebenarnya kekeringan tidak perlu terjadi apabila masyarakat sekitar cepat mengerti dan tanggap akan akibat yang di timbulkan dari kekeringan. Kekeringan dapat dihindari jika setiap orang sadar tentang pentingnya melestarikan penghijauan di sekitar tempat tinggal mereka maka kekeringan tidak akan terjadi. Sangat banyak sekali manfaat dan pentingnya reboisasi dan penghijauan bagi manusia diantaranya yaitu menjadikan tanah semakin subur, dapat mengurangi polusi udara, dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan, dapat meningkatkan cadangan sumber air dan meningkatkan sumber paru-paru dunia. Jika setiap orang telah melakukan penghijauan dan sadar tentang pentingnya melestarikan penghijauan maka tidak perlu takut kekeringan, kelaparan maupun kehausan yang ditimbulkan dari tanah yang mengering.
  • Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan alam dengan keberagaman flora dan fauna yang tidak diberdayakan secara berkelanjutan. Kenyataan yang terlihat adalah tindakan eksploitasi yang berlebihan dengan tidak memperdulikan kelestarian alam. Seharusnya pemerintah lebih peduli dengan keanekaragaman flora dan fauna yang ada di Indonesia karena itu merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga kelestarianya agar tidak punah.
  • Polusi merupakan salah satu penyebab dari hilangnya kelestarian lingkungan. Kita tidak perlu jauh-jauh mencari contohnya ada banyak polusi di sekitar tempat tinggal kita yang secara sadar maupun tidak sadar akan membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan tubuh kita. Ada banyak bermacam-macam polusi yang mencemarkan lingkungan terutama pencemaran air dan udara karena udara dan air adalah kebutuhan hidup yang paling penting dan utama bagi semua mahluk ciptaan Tuhan yang ada di dunia ini, tanpa adanya air dan udara maka tidak akan terjadi kehidupan. Jadi air dan udara mempunyai peranan penting dalam kehidupan maka air dan udara harus dijaga kebersihanya dari bermacam-macam polusi. Cara memelihara kebersihan air dan udara yaitu dengan cara mengadakan penghijauan, tidak membuang sampah dan limbah di sungai ataupun di sembarang tempat, sering memberikan penyuluhan terhadap warga, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, setegas-tegasnya dan tidak boleh membeda-bedakan hukum.
  • Manusia harus mempunyai pendidikan setinggi mungkin karena sumber daya manusia mempunyai peranan yang sangat penting bagi kelestarian lingkungan. Dengan sumber daya manusia yang berwawasan luas, memiliki ilmu pengetahuan teknologi yang unggul  dan dengan kesadaran yang tinggi mengerti akan indahnya kelestarian lingkungan maka dengan mudah manusia dapat mengolah lingkungan ke arah yang positif. Kita mempunyai tanggung jawap yang besar terhadap bumi Indonesia serta kelestarianya. Negara Indonesia kaya akan barang tambang, flora, fauna dan hasil laut. Pemerintah seharusnya mengelola lingkungan secara tegas dan jelas yang mencakup keseluruhan dapat dilakukan melalui pendekatan yang kompreherensif, terintegrasi dan berkesinambungan semua itu harus dilakukan secara terus menerus dan intensif. Setelah semuanya dilakukan maka kita tidak perlu lagi menyerahkan pengelolaan bumi Indonesia kepada bangsa lain. Kita harus membuktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia juga mempunyai potensi untuk mengelola kekayaan alamnya sendiri. Gerenasi muda harus lebih baik dari pada generasi tua karena masa depan bumi Indonesia dan semua kekayaan alam yamg terkandung di dalamnya terletak kepada generasi muda dan seluruh bangsa Indonesia. Semua itu dapat diwujudkan apabila adanya dukungan dan kesadaran yang tinggi dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan pemerintah Indonesia.

 

Lingkungan yang indah adalah lingkungan lestari, yang di dalamnya kita bisa merasa nyaman, bahagia dan tenang. Alangkah indahnya jika semua itu bisa terwujud. Meskipun kita tinggal di dalam kota yang sempit dan panas dengan adanya lingkungan lestari maka kita bisa merasakan kesejukan dan kebahagian di dalamnya yang seolah-olah kita berada dalam surga yaitu surga dunia.