Fenomena Kemiskinan

Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak pulau. Berbagai macam suku, adat dan kebudayaan berada di dalamnya. Semua aspek segi kehidupan pun turut serta menjadi ragam kekayaannya. Mulai dari aspek sosial ekonomi politik hingga kebudayaan.Dalam sebuah negara berkembang seperti Indonesia, banyak sekali hal-hal dan permasalahan yang perlu dibenahi dari sudut-sudut terkcilnya hingga masalah yang meluas dan mencakup permasalahan nasional. Mulai dari bencana alam, kerusuhan, politik, hingga masalah-masalah kemanusiaan seperti kemiskiann dan kebodohan.

 

            Dengan memperhatikan berbagai macam masalah yang ada di Indonesia, kemiskinan dan kebodohan adalah masalah yang cukup sulit dientaskan dari masa ke masa hingga zaman ke zaman. Itu pula yang tentunya menjadi salah satu penyebab Indonesia agak lambat berkembang dibandingkan negara-negara berkembang lainnya seperti Malaysia dan Singapura.

            Secara umum kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup. Namun dalam  kehidupan nyata, kemiskinan tidak dapat disama-ratakan dan dikelompokkan hanya dalam satu pengertian. Kemiskinan yang terjadi di beberapa kota pun berlapis lapis tergantung dengan bagaimana seseorang menyikapi kemiskinan tersebut.

Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian:

–         Kemiskinan absolut,

Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan.

 

Contoh seorang yang hidup dalam kelompok ini adalah para gelandangan yang biasa kita temui dipinggir jalan. Mereka jarang yang memiliki tempat tinggal dan pekerjaan, entah karena alasan apa. Di tinggaal keluarga atau meninggalkan keluarga, namun kebanyakan masyarakat atau orang yang berada pada golongan ini adalah bukan warga yang menempati daerah tersebut. Seperti halnya di jakarta, dimana masyarakat yang ada pada golongan ini adalah kaum urban yang tidak memiliki sanak dan keterampilan namun nekat untuk mengadu nasib di jakarta, tapi sayangnya tidak dapat bersaing.

–         Kemiskinan relatif 

Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.

Kemiskinan relatif dapat ditemui pada kehidupan masyarakat sehari hari. Golongan ini lebih baik dibanding dengan golongan miskin lainnya. Seseorang yang hidup pada kawasan “kemiskinan relatif” memiliki kesempatan yang cukup besar untuk keluar dari lingkaran kemiskinan menuju lingkaran yang sedikit sejahtera. Hal itu dapat di wujudkan dengan dua hal yaitu gizi yang baik dan memadai, kedua pendidikan yang baik. Jika seseorang telah berusaha untuk memeperbaiki kedua hal tersebut maka akan sangat diharapkan seseorang dapat menjadikan hidup lebih baik.

–         Kemiskinan kultural.

Miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya. Dilihat dari definisinya, kemiskinan kultural itu merupakan perkembangan dari miskin absolut, dimana seorang miskin absolut tidak mau diberikan pelatihan oleh lembaga permasyarakatan dan tidak ingin bekerja keras. Melalui pendekatan sosial masih sulit mengukur garis kemiskinan masyarakat, tetapi dari indikator ekonomi secara teoritis dapat dihitung dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran.

 

Beberapa penyebab kemiskinan sebagai berikut :

  1. Secara makro, kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan timpang, penduduk miskin hanya memiliki sumber daya dalam jumlah yang terbatas dan kualitasnya rendah.
  2. Kemiskinan muncul akibat perbedaan kualitas sumber daya manusia karena kualitas sumber daya manusia yang rendah berarti produktivitas juga rendah, upahnyapun rendah
  3. Kemiskinan muncul sebab perbedaan akses dan modal. Bahwa penyebab kemiskinan dan keterbelakangan adalah persoalan aksesibilitas. Akibat keterbatasan dan ketertiadaan akses manusia mempunyai keterbatasan (bahkan tidak ada) pilihan untuk mengembangkan hidupnya, kecuali menjalankan apa terpaksa saat ini yang dapat dilakukan (bukan apa yang seharusnya dilakukan). Dengan demikian manusia mempunyai keterbatasan dalam melakukan pilihan, akibatnya potensi manusia untuk mengembangkan hidupnya menjadi terhambat.

 

Namun jika diperhatikan dalam pribadi manusia dan pemikiran sederhana, maka penyebab kemiskinan dapat kita lihat sebagai berikut :

–         Internal dalam pribadi manusia :

  1. tidak memiliki keinginan untuk berusaha
  2. tidak memiliki keterampilan
  3. tidak percaya diri
  4. malas
  5. tidak disiplin

 

–         Dalam struktur pemerintahan :

  1. banyak terjadi penyimpangan bantuan dana
  2. banyak terjadi kesalahan dalam penyaluran bantuan berupa pinjaman
  3. banyak terjadi korupsi
  4. ketidakstabilan politik dan ekonomi
  5. masih kurangnya pemerintah dalam penanggulangan kemiskian

 

Dampak dari kasus kemiskinan sangatlah kompleks, semua saling berhubungan tergantung bagaimana seseorang menyikapi kemiskinan tersebut. Bahkan tidak jarang jika kemiskinan sering sekali membuat acara berita di pagi hari di penuhi dengan peristiwa tewasnya seeorang karena bunuh diri, atau anak anak kecil yang terkena busung lapar.

Beberapa dampak dari kemiskinan yang sering kita temui :

–         tingginya angka kriminalitas.

–         Maraknya kasus bunuh diri

–         Banyak bayi yang terkena gizi buruk

–         Tingginya angka putus sekolah

–         Kerusuhan dimana mana

Dari beberapa penyebab di atas, masih banyak lagi penyebab lainnya yang dapat mengakibatkan kemiskinan. Masalah kemiskinan juga merupakan masalah yang sulit dituntaskan penyebabnya karena penyebab satu dengan yang lainnya saling berkaitan.