Tugas 4

–>


Bahasa Inggris Bisnis 2


Tugas 4

 


Soal 1


Relative Clause



Definition:

·        Relative clauses are subordinate clauses that attach to nouns.  Because they add
information to a noun, some grammarians and ESL/EFL teachers call them adjective
clauses.

·        Relative clauses are clauses starting with the relative pronouns who*, that, which,
whose, where, when. They are most often used to define or identify the noun that
precedes them.

 



Example:

·        Can I have the eraser that I gave you this morning?

·        Yesterday was a day when everything went wrong!

·        I want to live in a place where there is lots to do.

·        A notebook is a computer which can be carried around.

·        I won’t eat in a restaurant whose cooks smoke.

·        Do you know the girl who started in grade 7 last week?

 


Soal 2


Exercise 37 : Relative Clause

1.     The last record whose was produced because a gold record.

2.     Checking accounts whose require a minimum are very common now.

3.     The professor whose you spoke yesterday.

4.     John whose grades are has received a scholarship.

5.     Felipe bought a camera . Whose has three lenses.

6.     Frank is the man. Whose are going Frank for the office of treasurer.

7.     The doctor is with a patient. Whose leg was broken.

8.     Jane is the women. Whose is going China next year.

9.     Janet wants a typewriter. Whose self corrects.

10.This book whose I found last week contains some useful information.

11.Mr. Bryant whose team has last the game.

12.James wrote an article. Whose indicated.

13.The director of the program. Whose graduated from is planning to-ritire next year.

14.This is the book. Whose I have been looking for all year.

15.William whose brother is a lawyer.


Exercise 38 : Relative Clause Reduction

1.     George is the man chosen to represent the committee at the convention.

2.     All of the money accepted has already been released.

3.     The papers on the table belong to Patricia.

4.     The man brought to the police station confessed to the crime.

5.     The girl drinking coffee is Mary Allen.

6.     John’s wife, has written several papers on this subject.

7.     The man talking to the policeman is my uncle.

8.     The book on the top shelf is the one that i need.

9.     The number of students have been counted is quite high.

10.Leo Evans, cats in this restaurant every day.

 

 

 

Tahapan Dalam Perancangan Program

Tahapan Dalam Perancangan Program

             Berikut tahapan-tahapan dalam perancangan program secara umum sebagai berikut :

1. Mendefinisikan Masalah

Tahap ini merupakan tahap awal dari pembuatan program yaitu mencari tahu masalah apa yang akan dipecahkan sehingga pembuatan program dilakukan.

2. Membuat Flowchart (Diagram Alur)

Flowchart Merupakan sarana atau peralatan pendukung (Tool System) yang peranannya sangat penting dalam pemograman, karena dengan flowchart dapat diketahui alur dari suatu program.

3. Membuat Database

Merupakan tahap pembuatan database sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang akan dibuat dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti Microsoft Access, Visdata, Foxpro dan lain sebagainya. Tahap ini bersifat optional, artinya tidak semua perancangan program melewati tahapan ini, tahap ini hanya dikerjakan bila aplikasi yang akan dibuat memerlukan hubungan dengan database.

4. Membuat Program (Pengkodean Algoritma)

Tahap ini merupakan tahap dimana pemrograman menulis program dengan salah  satu bahasa pemrograman yang telah diplih.Contoh bahasa pemograman Microsoft Visual Foxpro 9.0. Secara umum pemrograman dengan Visual Foxpro dimulai dari memasukkan objek-objek pada form yang tersedia. Kemudian menentukan properti dan event dari objek yang dimasukkan. Selanjutnya yang dilakukan adalah membentuk metode yaitu dengan menuliskan kode-kode program pada jendela kode (Code Windows).

5. Melakukan Test Program

Tahap pengetesan program bertujuan untuk memeriksa apakah program sudah benar-benar bebas dari kesalahan, baik kesalahan penulisan, kesalahan perhitungan maupun kesalahan logika. Jika ternyata di dalam program terdapat kesalahan, pemrogram bisa melakukan perbaikan atau proses debug dengan fasilitas yang tersedia.

6. Membuat Dokumentasi Program

Setelah program bebas dari kesalahan, saatnya untuk menyimpan program tersebut pada salah satu media penyimpanan (storage), baik hardisk, flashdisk, CD ROM ataupun jenis-jenis storage yang lainya sesuai kebutuhan, untuk didistribusikan kepada pihak-pihak yang memerlukan.

<->

Konsep Dasar Pemrograman

Konsep Dasar Pemrograman

 

          Pengertian dasar pemrograman menurut Sugiyono (2005:21) Pemrograman terstruktur adalah “suatu urutan instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang disusun secara logis dan sistematis,akan tetapi bertujuan untuk memecahkan suatu masalah serta membuat mudah pekerjaan yang diinginkan oleh pemakai”.

 

Scazda.wordpress.com

Computing Programming

          Program sulit dipisahkan pada kata “software”, bahkan software merupakan kata lain dari program. Program bukanlah sesuatu yang harus dipegang atau dijamah seperti layaknya hardware. Program tidak lebih dari susunan instruksi yang harus benar dan urutan yang benar pula. Jadi pada hakekatnya program adalah kumpulan dari instruksi-instruksi.

 

          Programming merupakan suatu susunan instruksi dan merupakan suatu ilmu, namun disana juga ada seninya, sehingga wajar bila masing-masing programmer menulis programnya dengan cara berbeda-beda. Istilah programming seperti yang sudah dijelaskan adalah merupakan seluruh kegiatan mulai dari penyusunan program hingga pada penulisan program itu sendiri.

 

          Suatu program yang kompleks sebelum dibuat terdiri dari banyak sekali instruksi-instruksi. Agar dapat memudahan pembuatan terlebih dahulu urutan logika program dibuat dalam bentuk bagan alir atau flowchart.

 

Adapun tujuan dari pembuatan program adalah sebagai berikut:

  1. Membuat solusi dari pemecahan kasus yang timbul
  2. Meningkatkan kualitas dan performances dari kinerja kerja
  3. Membantu proses pengambilan keputusan.

 

Adapun langkah-langkah pokok secara umum didalam pembuatan program adalah:

1. Mendefinisikan Masalah

Menganalisa dan memahami persoalan yang ada, kemudian mengembangkan suatu urutan proses logika untuk menyelesaikan masalah tersebut dalam bentuk algoritma.

2. Membuat Flowchart

Diagram alur dapat menunjukkan secara jelas, arus pengendalian suatu algoritma dan menentukan data apa yang diperlukan sebagai input didalam program yang akan dibuat, serta apa saja yang akan dihasilkan sebagai output dari program yang akan dibuat.

3. Membuat Program

Pengkodean dari algoritma yang sudah dibuat, diterjemahkan kedalam bentuk statement-statement yang sesuai dan terdapat didalam bahasa pemrograman yang digunakan.

4. Melakukan Tes Program

Melakukan tes program dari proses logika yang sudah dibuat, apakah program tersebut sudah benar dan bebas dari unsur-unsur kesalahan atau masih harus diperbaiki kembali.

5. Membuat Dokumentasi Program

Melakukan pendokumentasian program sebagai cadangan (back up) yang mana proses ini penting untuk dilakukan, untuk usaha pengembangan program selanjutnya.

          Salah satu tahap dari pengembangan suatu program adalah menterjemahkan atau mengkodekan rancangan terinci yang telah dibuat menjadi suatu program komputer yang siap pakai.

 

Tugas 3

Bahasa Inggris Bisnis 2

Tugas 3

 

Soal 1

Active and Pasive Voice

 Definition:

  • Active voice describes a sentence where the subject performs the action stated by the
    verb.
  • Passive voice is a voice that indicates that the subject is the patient or recipient
    of the action denoted by the verb.

 

Type:

  1. Simple Present
  2. Present Progressive
  3. Simple Past
  4. Past Progressive
  5. Present Perfect
  6. Past Perfect
  7. Future Simple
  8. Future Perfect
  9. Conditional
  10. Modals

 

Example:

  1. Simple Present

Active:
David makes coffee.

Passive:
Coffee is made by David.

 

  1. Present Progressive

Active:
David is making coffee.

Passive:
Coffee is being made by David.

 

  1. Simple Past

Active:
David made coffee.

Passive:
Coffee was made by David.

 

  1. Past Progressive

Active:
David was making coffee.

Passive:
Coffee was being made by David.

 

  1. Present Perfect

Active:
David has made coffee.

Passive:
Coffee has been made by David.

 

  1. Past Perfect

Active:
David had made coffee.

Passive:
Coffee had been made by David.

 

  1. Future Simple

Active:
David will make coffee.

Passive:
Coffee will be made by David.

 

  1. Future Perfect

Active:
David will have made coffee.

Passive:
Coffee will have been made by David.

 

  1. Conditional

Active:
David would make coffee.

Passive:
Coffee would be made by David.

 

  1. Modals

Active:
David can make coffee.

Passive:
Coffee can be made by David.


Soal 2

Exercise 36 : Causative Verbs

  1. Leave
  2. Repaired
  3. Typed
  4. Call
  5. Painted
  6. Write
  7. Lie
  8. Sent
  9. To cut
  10. Sign
  11. Leave
  12. Washed
  13. Fixed
  14. Published
  15. Find

~~end~~

Tugas 2

Bahasa Inggris Bisnis 2


Tugas 2

 


Soal 1

Exercise 33 :
Because / Because of

1. Because

2. Because

3. Because of

4. Because

5. Because of

6. Because of

7. Because of

8. Because

9. Because

10.Because of

Exercise 34 :
So / Such

1. So

2. Such

3. So

4. So

5. Such

6. So

7. Such

8. So

9. So

10. Such

11. So

12. So

13. Such

14. So

15. So

 


Soal 2

Conjunction (Connection)

Definition:

Conjunction is a joiner a word that connects parts of a sentence. Conjunction can use to link words, phrases, and clauses.

 

Types:

1.     Coordinate Conjunctions


Coordinate conjunctions are used to link some words, phrases, and clauses.
Besides that, coordinate conjunctions are used to link the elements of sentences
that have equal level. The function of coordinate conjunction is to join to
sentences that do not rely on each other for meaning together.

 

2.     Subcoordinate Conjunctions


Subordinate conjunctions are words which are used to link subordinate clauses
with the main clauses in the complex sentence. Main clauses can stand alone, do
not depend on subordinate clauses while subordinate clauses can not stand alone,
should depend on the main clauses. Most of subordinate conjunctions are from
preposition.

 

Example:

1.     Coordinate Conjunctions

 

         We must participate or she will be fined.

         Ady is a smart and handsome boy.

 

2.     Subcoordinate Conjunctions

 

         Because of his laziness, he do not pass the examination.

         Cindy practice english hard, because of my motivation.

Tugas 1

Bahasa Inggris Bisnis 2

–>


Bahasa Inggris Bisnis 2

(Tugas 1)

 


Exercise 21: Conditional Sentences

1.      Will understand

2.     Would not be

3.     I will give

4.     Would told

5.     Would have

6.     Had

7.     Will stop

8.     Needed

9.     Would have found

10. Had enjoyed

11.Paint

12. Were

13. Writes

14.  Had permit

15.  Will spend

16.  Will accept

17.  Buys

18.  Had decided

19.  Would have written

20.Will leak

21.  Had studied

22.Hears

23.See

24.Gets

25.Turn

26.Are

27.Would have called

28.Would have talked

29.Explained

30.Spoke

 


Exercise 26: Adjectives and Adverbs

1.Well

2.Intense

3.Brightly

4.Fluent

5.Fluently

6.Smooth

7.Accurately

8.Bitter

9.Soon

10.Fast

 


Exercise 27: Linking (Copulative) Verbs

1.Terrible

2.Well

3.Good

4.Calm

5.Sick

6.Quickly

7.Diligently

8.Vehemnetly

9.Relaxedly

10.Noisy

 


Exercise 28: Comparisons

1.As soon

2.More important

3.As well

4.More expensive

5.As hot

6.More talented

7.More colorful

8.Happier

9.Worse

10.Faster

 


Exercise 29: Comparisons

1.Than

2.Than

3.Than

4.Than

5.than

6.More than

7.With

8.Than

9.More than

10.More than

 


Exercise 30: Comparisons

1.Best

2.Happiest

3.Faster

4.Creamlist

5.More Colorful

6.Better

7.Good

8.More awkwardly

9.Least

10.Prettiest

11.The best

12.From

13.Less impressive

14.The sicker

15.Than

16.Twice more than

17.Few

18.Much

19.Farthest

20.More Famous

 

~ end ~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konsep Dasar Sebuah Sistem

Konsep Dasar Sebuah Sistem

 

Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya dan sistem yang lebih menekankan pada komponen atau elemen-elemennya.

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur didefinisikan bahwa sistem yaitu suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sedangkan pendekatan sistem lebih menekankan pada komponen atau elemen-elemennya mendefinisikan bahwa sistem adalah suatu kumpulan dari komponen atau elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Lebih lanjut pengertian tentang sistem pertama kali dapat diperoleh dari pengertian dan definisinya. Dengan demikian definisi ini akan mempunyai peranan yang sangat penting dalam melakukan pendekatan terhadap sistem yang akan dianalisa. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari komponen atau elemen-elemen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas dibandingkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya. Definisi ini lebih banyak diterima karena pada kenyataannya suatu sistem memang terdiri dari subsistem-subsistem. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada komponen akan lebih mudah dipelajari untuk analisa dan rancangan sistem.

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen – komponen, batasan sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolahan dan sarasan atau tujuan. Untuk lebih jelasnya mengenai karakteristik atau sifat-sifat suatu sistem adalah sebagai berikut :

  1. Komponen Sistem (Component)

Sistem harus terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem dapat berupa sub-sub sistem atau bagian-bagian sistem. Setiap subsistem mempunyai karakteristik dari sistem yang menjalankan suatu sistem tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan

  1. Batasan Sistem (Boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan, batasan sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) sistem itu sendiri.

  1. Lingkungan Luar Sistem (Environtments)

Lingkungan luar sistem yaitu apapun diluar batas sistem yang dapat mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga merugikan. Lingkungan luar sistem yang menguntungkan merupakan energi dari sistem tersebut, dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar sistem yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan.

  1. Penghubung (Interface)

Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari subsistem yang satu ke subsistem yang lainnya.

  1. Masukan Sistem (Input)

Masukan sistem yaitu energi yang dimasukan ke dalam sistem, masukan sistem dapat berupa masukan perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Masukan perawatan yaitu energi yang dimasukan agar sistem dapat beroperasi. Masukan sinyal yaitu energi yang dimasukan kedalam sistem untuk diproses supaya didapatkan keluaran yang diinginkan.

  1. Keluaran Sistem (Output)

Keluaran sistem yaitu hasil dari energi yang diolah dan di klasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran sistem yang satu dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau untuk supra sistem.

  1. Pengolah Sistem (Processing)

Pengolah sistem yaitu suatu bagian pengolah sistem itu sendiri sebagai pengolahnya, pengolah sistem akan merubah masukan (input) menjadi keluaran (output).

  1. Tujuan atau sasaran (goals)

Suatu sistem harus memiliki sasaran (objectives) atau tujuan (goal). Sasaran atau tujuan sistem dikatakan berhasil jika mengenai sasaran atau tujuanya.

 

Kriteria sistem yang baik antara lain:

  1. Kegunaan

Sistem harus menghasilkan informasi yang tepat pada waktunya, relevan yang berarti sistem tersebut mempunyai manfaat bagi pemakainya.

  1. Ekonomis

Dalam merancang atau membangun sebuah sistem sebisa mungkin hemat pada biaya perancangan, perawatan maupun operasional sistem tersebut.

  1. Keandalan

Keluaran (output) sistem harus memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif dan efisien.

  1. Kapasitas

Sistem harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk menangani periode-periode operasi puncak seperti pada saat sistem beroperasi pada puncak.

  1. Fleksibilitas

Sistem harus cukup fleksibilitas untuk menampung perubahan yang akan muncul sewaktu-waktu.